Ini adalah goresan tangan ibunda yang
terakhir. Hanya 5 jam sebelum dipanggil Sang Khaliq. Beliau masih dengan sabar
mengajari Kia, cucunya yang paling kecil, menggambar. Ibunda adalah guru
sepanjang hayatnya. Dia aktif mengajar mengaji, sampai beliau jatuh tersungkur
ketika sedang membimbing anak-anak kecil menghafal asma’ul khusna karena ada
yang tidak beres dengan jantungnya. Sejak itu ibu hanya bisa terbaring dan
keluar masuk rumah sakit. Namu, dalam sakitnya, beliau banyak mengajari kami
tentang bagaimana harus melakoni hidup ini. Selamat jalan Ibu, Engkau adalah
guruku yang sejati. Sepanjang hayat. Allohummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu
anha.


